Jumat, 08 Maret 2013

Musik Arab

Musik Arab atau Musik Al Arabia (Bahasa Arab: الموسيقى العربية /al-mūsīqā al-‘Arabīyah) adalah musik dari Arab Saudi, termasuk beberapa genre and gaya musik dari Arab klasik hingga musik pop arab dan musik keagamaan.

Daftar isi

Sejarah

Masa Pra-Islam

Musik Al Arabia berakar dari pembacaan puisi pada Masa Pra Islam yang disebut sebagai Masa Jahiliyah. Informasi mengenai hal ini sangat sedikit, namun dipercaya pada masa Abad V hingga VII. Pembacaan puisi pada masa itu disebut shu`ara' al-Jahiliyah (شعراء الجاهلية) atau "Puisi Jahiliah", yang merupakan pembacaan puisi dengan suara tinggi dan irama tertentu.
Musik pada waktu itu mempunyai peranan penting dalam Mistik, Sihir, dan Jin (mahluk halus). Alat musik seperti Rebana, Gambus, dan Rebab. Ciptaan musik pada waktu itu adalah sangat sederhana, yaitu membaca tangga nada Arab yang disebut Maqam.

Permulaan Sebelum Masa Islam

Maqam Al Arabia atau melodi pada tangga nada (moda) yang dipakai dalam Musik Al Arbia Tradisional, ini adalah melodi yang dikembangkan pada sebagai frase, modulasi atau improvisasi.
Al-Kindi (801–873) adalah salah seorang ahli Musik Al Arabia. Sedangkan Abu al-Faraj al-Isfahani (897–967) menulis Kitab al-Aghani sebagai encyclopedia kumpulan puisi dan lagu yang terdiri atas 20 jilid. Al-Farabi (872-950) menulis tentang Musik Islamiah dengan judul Kitab al-Musiqi al-Kabir (Buku Besar Musik). Hingga kini sistem melodi Al Arabia ciptaannya masih dipakai. Al-Ghazali (1059–1111) menulis tentang azas-azas Musik Persia.

Masa Awal Islam

Arabic maqam adalah moda(musik) yang dipakai dalam Musik Arab tradisional. Kata maqam berarti jenis melodi yang disusun pada tangga nada Arab.

Al Andalusia

Bangsa Moor dari Arab pernah menjajah Spanyol dan Portugis pada tahun 711 – 1492. Sehingga budaya Spanyol dan Portugis pada waktu itu dipengaruhi oleh budaya Arab. Budaya ini disebut dengan Moresco, yaitu pengaruh budaya orang Arab dari Suku Moor. Peninggalan ini lebih dikenal dengan nama Budaya Al Andalusia. Di Andalusia Spanyol pada Abad XI merupakan pusat pembuatan alat musik Arab.

Pengaruh Musik Arab Terhadap Musik Dunia

Diperkirakan, bahwa berbagai alat musik klasik yang ada di Eropa berasal dari Arab. Misalnya Lute berasal dari Gambus, Biola dari Rebab, Gitar dari Qitara, dsb.
Musik troubador di Perancis mempunyai kesamaan dengan yang ada di Arab.
Misal lain, do, re, mi, fa, sol, la, si juga ada kesamaan dengan sistim Arab: Durr-i-Mufassal - dal, ra, mim, fa, sad, lam.

Abad XVI

Bartol Gyurgieuvits (1506 - 1566) telah menjalani 13 tahun sebagai budak pada Penguasa Ottoman. Setelah ia berhasil melarikan diri, ia menerbitkan buku De Turvarum ritu et caermoniis di Amsterdam tahun 1544. Ini adalah sebuah buku di Eropa yang menjelaskan tentang musik dalam kehidupan masyarakat Islam. Di India, Kerajaan Mughal menerapkan masyarakat Islam dan Hindu.

Harem Wanita

Dahulu perbudakan meluas ke seluruh dunia. Pada masa Kerajaan Romawi perbudakan telah berlangsung dari budak Afrika ke Pasar Wilayah Arab. Budak kulit hitam dari Zanzibar teramsuk yang terbaik dalam hal kualitas bernyanyi dan tarian.
Dalam buku Epistle on Singing Girls yang ditulis oleh Mu'tazilite dalam Al-Jahiz pada Abad IX mengatakan bahwa para budak penyanyi dapat menghasilkan uang berlimpah. Penulis mengatakan bahwa Budak Wanita Abyssinian dalam lelang berharga 120,000 dinar lebih dari pada budak biasa. Suatu Festival Abad VIII menyebutkan ada 50 budak-wanita bernyanyi dengan Gambus sebagai latar dari Penyanyi Jamilia. Tahun 1893, kelompok Little Egypt dari Suriah membuat sensasi pada Pasar Malam di Chicago (Amerika Serikat).

Pemain Musik Wanita

Musisi di Aleppo (kota kedua setelah Damaskus, Suriah), Abad XVIII, Musisi Pria memainkan Rebana, Gambus, Suling, dan Penyanyi
Pemain musik wanita. Mereka umumnya memainkan alat musik Gambus, kanun (zither, dan ney (suling). Pada tahun 1800, berbagai alat musik militer Turki telah masuk sebagai alat musik orkes di Eropa piccolo, cymbal, dan tambur.
Pemain musik wanita hingga 9 SM tidak ada. Mereka umumnya sebagai pasangan dalam Catur, pembacaan puisi cinta, dalam minum anggur. Setelah serangan di Mesir, Napoleon melaporkan tentang Kebudayaan Penguasa Ottoman. Villoteau mengungkapkan bahwa tabu kalau pria menyanyi di hadapan pendengar wanita, sehingga harus penyanyi wanita juga.
Sejak dahulu biasanya musik Arab diajarkan secara turun temurun, namun setelah tahun 1800 baru ada notasi musik Arab.

Abad XX

Awal Formasi Sekuler

Musisi di Aleppo (kota kedua setelah Damaskus, Suriah), 1915.
Pada Abad XX, Mesir adalah negara pertama yang memiliki perkembangan kemerdekaan, setelah lebih dari 2000 tahun di bawah penjajahan negara lain. Musik Turki, terkenal selama Kerajaan Ottoman, kemudian diganti dengan musik nasional. Kairo menjadi pusat perkembangan musik baru.
Salah seorang penyanyi wanita yang sekuler adalah Umm Kulthum, kemudian diikuti oleh penyanyi Lebanon bernama Fairuz. Keduanya menjadi terkenal selama Abad XX dan merupakan penyanyi legendaris dari Musik Arab.

Pengaruh Musik Barat

Sekitar tahun 1950 hingga 1970, Musik Arab mulai nuansa barat seperti halnya dengan Abdel Halim Hafez. Setelah tahun 1970 beberapa penyanyi merupakan perintis Musik Pop Al Arabia, umumnya dengan gaya barat namun dengan alat musik dan syair arab. Sehingga terjadi campuran antara Barat dan Timur.
Setelah tahun 1990 muncul beberapa artis dengan gaya campuran Barat dan Timur seperti Amr Diab, Najwa Karam, Samira Said, Hisham Abbas, Angham, Asalah Nasri, Kadhem Al Saher, Mostafa Amar, Nawal Al Zoghbi, Ehab Tawfik, Mohamed Fouad, Diana Haddad, Mohamed Mounir, Elissa, Latifa, Cheb Khaled, George Wassouf, Hakim. Mungkin nama-nama ini masih asing bagi kita.
Tahun 1996, Amr Diab - dengan lagu Habibi ya Nour El Ain, merupakan sukses besar di Timur Tengah bahkan di dunia bagi orang arab.

Franco Al Arabia

Bentuk Musik Barat bertemu Musik Timur, adalah sama dengan Musik Pop Al Arabia. Ini merupakan campuran antara musik barat dengan musik timur yang dikenal dengan istilah Musik Pop Al Arabia seperti yang dinyanyikan oleh Dalida dari Mesir, Sammy Clarke dari Lebanon, Aldo dari Australia. Meskipun Pranco Al Arabia adalah istilah untuk musik campuran Musik Barat dan Musik Timur Tengah, namun ini sebenarnya suatu genre Musik Al Arabia dengan Italia, Musik Al Arabia dengan Perancis, tentu saja termasuk Musik Al Arabia dengan gaya dan syair berbahasa Ingris/Amerika.

R&B, reggae, dan hip hop Al Arabia

Musik Al Arabia juga mengalami perkembangan R&B, Reggae and Hip Hop pada waktu akhir-akhir ini. Pada umumnya dalam bentuk rapper dengan gaya musik tradisional Musik Pop Al Arabia seperti penyanyi Ishtar dalam Habibi Sawah;. Juga penyanyi Maroko bernama Elam Jay terhadap musik genre Gnawa yang bercampur dengan R&B dalam judul Gna witone Styla. Variasi lain adalah Musik Gnawa dimainkan dengan gaya Musik Maroko yang diperkenalkan oleh Darga. Juga Gaya Casablanca, mengolah campuran Musik Gnawa dengan Reggae. Seperti diketahui bahwa artis Reggae seperti TootArd dinyanyikan pada waktu Suriah menduduki Dataran Tinggi Golan dan Walaa Sbeit dari Israel. Pada Revolusi Tunisia, lagu Revolusi Hijau yang dinyanyikan oleh artis Palestina adalah yang sangat terkenal oleh Mahmoud Jrere )kelompok rap.
Shadia Mansour penyanyi Palestina keturunan Inggris, dikenal sebagai Penyanyi Rap Hip Hop Al Arabia. Umumnya masalah tentang Palestina.
Sedangkan Darine dangan gaya R&B dan pukulan irama reggae. Hal ini membuat kritikan dan reaksi kemersial.

Elektronika Al Arabia

Musik Dansa Elektronika adalah genre lain yang menjadi poluler, yang dipengaruhi oleh Musik Amerika Serikat, Musik Eropa, Musik Australia, maupun Musik Barat lainnya. Terkadang lagu genre Musik Elektronika Al Arabia mengabungkan alat musik elektronik dengan alat musik tradisional Timur Tengah. Artis seperti Richii dalam lagu Ana Lubnaneyoun. Perkembangan Musik Elektronika Al Arabia sangat dekat dengan kehidupan Klab Malam.

Jazz Al Arabia

Jazz yang melanda dunia, juga masuk di Timur Tengah, dan muncul istilah Jazz Al Arabia. Awalnya alat musik Saxophon diperkenalkan oleh musisi Samir Suroor, tentunya dengan gaya oriental. Permainan Saxophone ini terlihat pada lagu-lagu Abdel Halim Hafez, dan juga pada Kadim Al Sahir dan Rida Al Abdallah. Hal ini terlihat jelas pada Rahbani Bersaudara. Juga pada Fairuz yang diciptakan oleh anaknya bernama Ziad Rahbani, yang juga sebagai perintis jazz oriental, terlhat dalam penampilan Rima Khcheich, Salma El Mosfi, Latifa. Banyak karya musisi Mohamed Mounir yang keluar pada tahun 1977.
Jazz Al Arabia juga berpengaruh pada musik jazz pada Avad XX, yaitu:
  • Gaya Moda dari Anouar Brahem dan Rabih Abou Khalil
  • Gabungan suara elektronika dari Dhafer Youssef
  • Gaya pop jazz dari Titi Robin dan Toufic Farroukh
  • Gaya akustik muda dari Hamdi Makhlouf, Amine dan Hamza M'raihi, dan Jasser Haj Youssef

Musik Rock Al Arabia

Tahun 1950 Musik Rock melanda dunia, termasuk pada Musik Al Arabia. Hal ini terlihat pada kelomok Musik Rock Al Arabia yang mencamplurkan dengan Musik Heavy Metal, Musik Alternatif Rock, berdasarkan nuansa Al Arabia.
Musik Rock Al Arabia menjadi perhatian kelompok musik di Timur Tengah seperti JadaL dan Akher Zapheer dari Jordania, Mashrou' Leila dan Meen dari Lebanon, Massar Egbari, Sahara rock band, Wyvern dan Cartoon Killerz dari Mesir, Khalas dan Chaos band dari Palestine dan Acrassicauda dari Irak. Band Hoba Hoba Spirit dari Maroko juga terkenal di wilayah Maghrebi. Sedangkan Rachid Taha dari Aljazaiusr memainkan campuran Musik Rock dan Musik Rai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar